Sabtu, 06 Oktober 2012

Ethical Governance



Nama : Natazia Amelia Agies
NPM : 26209849
Kelas : 4EB19

Governance System
Istilah sistem pemerintahan merupakan kombinasi dari dua kata, yaitu: "sistem" dan "pemerintah".Berarti sistem secara keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian yang memiliki hubungan fungsional antara bagian-bagian dan hubungan fungsional dari keseluruhan, sehingga hubungan ini menciptakan ketergantungan antara bagian-bagian yang terjadi jika satu bagian tidak bekerja dengan baik akan mempengaruhi keseluruhan. Dan pemerintahan dalam arti luas memiliki pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan dalam menjalankan kesejahteraan negara dan kepentingan negara itu sendiri. Dari pengertian itu, secara harfiah berarti sistem pemerintahan sebagai bentuk hubungan antar lembaga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara untuk kepentingan negara itu sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.

Budaya Etika
Corporate culture (budaya perusahaan) merupakan konsep yang berkembang dari ilmu manajemen serta psikologi industri dan organisasi. Bidang-bidang ilmu tersebut mencoba lebih dalam mengupas penggunaan konsep-konsep budaya dalam ilmu manajemen dan organisasi dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi, yang dalam hal ini, adalah organisasi yang berbentuk perusahaan.

Mengembangkan struktur Etika Korporasi
Membangun entitas korporasi dan menetapkan sasarannya. Pada saat itulah perlu prinsip-prinsip moral etika ke dalam kegiatan bisnis secara keseluruhan diterapkan, baik dalam entitas korporasi, menetapkan sasaran bisnis, membangun jaringan dengan para pihak yang berkepentingan (stakeholders) maupun dalam proses pengembangan diri para pelaku bisnis sendiri. Penerapan ini diharapkan etika dapat menjadi “hati nurani” dalam proses bisnis sehingga diperoleh suatu kegiatan bisnis yang beretika dan mempunyai hati, tidak hanya sekadar mencari untung belaka, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup, masyarakat, dan para pihak yang berkepentingan (stakeholders).

Kode Perilaku Korporasi (Corporate Code of Conduct)
Pengelolaan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari aturan-aturan main yang selalu harus diterima dalam pergaulan sosial, baik aturan hukum maupun aturan moral atau etika. Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders.

Evaluasi terhadap Kode Perilaku Korporasi
Dalam mengimplementasikan Good Corporate Governance, diperlukan instrumen-instrumen yang menunjang, yaitu sebagai berikut :
  1. Code of Corporate Governance (Pedoman Tata Kelola Perusahaan), pedoman dalam interaksi antar organ Perusahaan maupun stakeholder lainnya.
  2. Code of Conduct (Pedoman Perilaku Etis), pedoman dalam menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis antara Perusahaan dengan Karyawannya.
  3. Board Manual, Panduan bagi Komisaris dan Direksi yang mencakup Keanggotaan, Tugas, Kewajiban, Wewenang serta Hak, Rapat Dewan, Hubungan Kerja antara Komisaris dengan Direksi serta panduan Operasional Best Practice.
  4. Sistim Manajemen Risiko, mencakup Prinsip-prinsip tentang Manajemen Risiko dan Implementasinya.
  5. An Auditing Committee Contract – arranges the Organization and Management of the Auditing Committee along with  its Scope of Work.
  6. Piagam Komite Audit, mengatur tentang Organisasi dan Tata Laksana Komite Audit serta Ruang Lingkup Tugas.

Sumber :

Perilaku Etika dalam Bisnis



Nama : Natazia Amelia Agies
NPM : 26209849
Kelas : 4EB19

Lingkungan bisnis yang mempengaruhi Perilaku Etika
Bisnis melibatkan hubungan ekonomi dengan banyak kelompok orang yang dikenal sebagai stakeholders, yaitu: pelanggan, tenaga kerja, stockholders, suppliers, pesaing, pemerintah dan komunitas. Oleh karena itu para pebisnis harus mempertimbangkan semua bagian dari stakeholders dan bukan hanya stockholdernya saja. Pelanggan, penyalur, pesaing, tenaga kerja dan bahkan pemegang saham adalah pihak yang sering berperan untuk keberhasilan dalam berbisnis. Lingkungan bisnis yang mempengaruhi etika adalah lingkungan makro dan lingkungan mikro. Lingkungan makro yang dapat mempengaruhi kebiasaan yang tidak etis yaitu bribery, coercion, deception, theft, unfair dan discrimination. Maka dari itu dalam perspektif mikro, bisnis harus percaya bahwa dalam berhubungan dengan supplier atau vendor, pelanggan dan tenaga kerja atau karyawan.

Kesaling - tergantungan antara bisnis dan masyarakat
Kesalingtergantungan bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan, egalitarianisme. Manusia bekerjasama, bergotong-royong dengan sesamanya memegang prinsip kesetaraan. Tidak akan tercipta sebuah gotong-royong jika manusia terlalu percaya kepada keunggulan diri dibanding yang lain, entah itu keunggulan ras, agama, suku, ekonomi dsb.

Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika
Keberadaan etika dan moral pada diri seseorang atau sekelompok orang sangat tergantung pada kualitas sistem kemasyarakatan yang melingkupinya. Walaupun seseorang atau sekelompok orang dapat mencoba mengendalikan kualitas etika dan moral mereka, tetapi sebagai sebuah variabel yang sangat rentan terhadap pengaruh kualitas sistem kemasyarakatan, kualitas etika dan moral seseorang atau sekelompok orang sewaktu-waktu dapat berubah. Baswir (2004) berpendapat bahwa pembicaraan mengenai etika dan moral bisnis sesungguhnya tidak terlalu relevan bagi Indonesia. Jangankan masalah etika dan moral, masalah tertib hukum pun masih belum banyak mendapat perhatian. Sebaliknya, justru sangat lumrah di negeri ini untuk menyimpulkan bahwa berbisnis sama artinya dengan menyiasati hukum. Akibatnya, para pebisnis di Indonesia tidak dapat lagi membedakan antara batas wilayah etika dan moral dengan wilayah hukum.

Perkembangan dalam etika bisnis
Perkembangan dalam etika bisnis dibagi menjadi 5 periode yaitu sebagai berikut :  
1) Situasi Dahulu : Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur,
2) Masa Peralihan tahun 1960-an : ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility,
3) Etika Bisnis Lahir di AS tahun 1970-an : sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS,
4) Etika Bisnis Meluas ke Eropa tahun 1980-an : di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN),
5) Etika Bisnis menjadi Fenomena Global tahun 1990-an : tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Etika bisnis dan Akuntan
Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance.
a.    Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.
b.    Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).
c.    Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.
Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga “masyarakat keuangan” memperoleh informasi keuangan yang handal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:

1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
1.    Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.    Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3.    Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.
Sumber :   

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

Nama : Natazia Amelia Agies
NPM : 26209849
Kelas : 4EB19
 
Pengertian etika

Etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan. Sehingga etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.

Prinsip-Prinsip etika
Semua prinsip yang akan diuraikan merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya.
     a. Prinsip Keindahan
          Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
     b. Prinsip Persamaan
          Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
     c. Prinsip Kebaikan
          Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
     d. Prinsip Keadilan
         Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
     e. Prinsip Kebebasan
          Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
          i. kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
         ii. kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan
pilihannya tersebut
        iii. kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
     f. Prinsip Kebenaran
         Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

Basis teori etika 
Etika Teleologi
dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
* Egoisme Etis
Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting. 
Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. 
Teori Keutamaan (Virtue)
memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Contoh keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik

Egoism
David Hume dalam membangun fondasi pemikiran liberalisme sungguh sangat signifikan. Teorinya yang cukup terkenal tentang self interest memberi sumbangsih luar biasa bagi tumbuhnya individualisme. Individualisme dalam tradisi filsafat sangat berbeda dengan egoisme. Egoism adalah suatu bentuk ketidak-pedulian kepada orang lain. Namun individualism menginginkan kebebasan dalam diri seseorang tanpa ada sekat yang mengkerangkeng. Artinya, penghargaan terhadap diri bukan berarti tidak abai terhadap orang lain. Sebaliknya, melalui pemahaman dan perhatian terhadap diri, ia akan berusaha memperhatikan orang lain.

Sumber :
http://jeanecutepink-jeane.blogspot.com/2012/03/pengertian-etika.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/
http://annaluchu.blogspot.com/2012/10/basis-teori-etika.html
http://madjidpolitika.wordpress.com/2011/10/02/human-understanding-menurut-david-hume-part-ii/

Jumat, 29 Juni 2012

short term investment

Natazia Amelia Agies
26209849/Tugas softskill bahasa inggris ke-4
Definition of 'Short Term'
1. In general, holding an asset for short period of time.
2. In accounting, an asset expected to be converted into cash in the next year, or a liability coming due in the next year. Also known as current assets and liabilities.
3. For investing, a security that matures in one year or less.
4. For taxes, a holding period of less that one year.
Definition of 'Investment'
An asset or item that is purchased with the hope that it will generate income or appreciate in the future. In an economic sense, an investment is the purchase of goods that are not consumed today but are used in the future to create wealth. In finance, an investment is a monetary asset purchased with the idea that the asset will provide income in the future or appreciate and be sold at a higher price.
Definition of 'Short-Term Investment Fund
A type of fund that invests in short-term investments of high quality and low risk. The goal of this type of fund is to protect capital with low-risk investments while achieving a return that beats a relevant benchmark such as a Treasury bill index. They are commonly used by investors to temporarily store funds while arranging for their transfer to another investment vehicle that will provide higher returns. This type of fund aims to protect capital while generating a return that compares favourably with a particular benchmark, such as a Treasury Bill index. These types of fund have low management fees (usually well beneath 1% p.a.) and relatively low rates of return, commensurate with their low-risk investment style.

Short-term investment funds include cash, bank notes, corporate notes, government bills and various safe short-term debt instruments. These types of funds are usually used by investors who are temporarily parking funds before moving them to another investment that will provide higher returns. These funds traditionally have low management fees, usually well below 1% per year.

Short-term investments are readily marketable securities (stocks and bonds) that are intended to be sold within the time period of current assets. Logically, short-term investments are classified as current assets.
Security investments have to meet the following two (2) criteria to be classified as short-term investments:
• The investment is readily marketable
• Management intends to convert the investment into cash within one (1) year or operating cycle, whichever is longer
Security investments that do not meet both criteria should be classified as long-term. For example, stocks of privately held corporations are likely to have very limited markets, and as the result, such equity investments would not meet the first criterion and should be classified as long-term. Management might not have intent to sell the investment in the near term, and as the result, such an investment should be classified as long-term.
What does readily marketable mean? Readily marketable securities can be converted into cash (i.e., sold) on demand. For instance, stocks and bonds sold on public stock exchanges usually meet this criterion. Readily marketable securities can be classified as trading or available-for-sale (i.e., see next section).
The second criterion is more difficult to evaluate. Management might have an incentive, not intent, to include its investments in the short-term section of the balance sheet to improve the company’s liquidity and working capital ratios.

Source:
http://simplestudies.com/accounting-for-short-term-investments.html/page/2
http://www.wikinvest.com/metric/Short_Term_Investments
http://www.answers.com/topic/short-term-investment-1
http://en.wikipedia.org/wiki/Short-term_investment_fund
http://beginnersinvest.about.com/od/analyzingabalancesheet/a/long-term-investments.htm

Rabu, 09 Mei 2012

surat penolakan

Contoh Surat Penolakan
March 20th 2012
The CEO.,
PT Kursi Gaya.,
West Java.,
Indonesia 13333

Dear Sir,

We thank you for your offer to cooperate to our Amazin Furniture Departement. By email that you send to us on March 16th 2012. We already visit your website and check out the brochure you send to us.

After I discuss about this matter with my superior. Your furniture won’t matched the taste of our people. In the future we will email you if we have the change of heart.


Faithfully,


CEO of Amazin Departement

surat penawaran

Contoh Surat Penawaran
March 16th 2012
The Vice President,
Amazin Dept.,
121 Finsbury Pavement.,
London, United Kingdom

Dear Sir,
Together with this letter we want to establish coorperation with your company in selling furniture we conclude brochure, for your furniture department.

For your information our company named PT Kursi Gaya located in West Java, Indonesia. Our Company one of the biggest furniture maker in Indonesia, we have been doing business since 1930. There for we propose cooperation with your company for expand our furniture to your country.

Your Company won’t be feel loss because we offer 40% from real price for the first time. You can check our website for more picture and detail ww.kursigaya.com and for more information you can email us to kursigaya @ggaga.po.

Thank you for your attention and cooperation.


Faithfully,


CEO of PT Kursi Gaya

Minggu, 22 April 2012

Dialogue today's issue


NATAZIA AMELIA AGIES
26209849
3 EB 19
TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS
DIALOGUE TODAY ISSUE
In one of Cafetaria near Gunadarma University, there is three person enjoying their free time
A  : Lets order, I’m really hungry
B  : Okay, I’ll be the one to write our order
C  : (flipping the menu) I want fried rice with seafood and one ice tea (giving the menu to A)
A  : I want tom yam with egg and my drink will be ice tea too
B  : and my order the same with you A
A  : okay lets call the waitress
Waitress came
Waitress : Are this you guys want to order, then please wait until the food served
A & B & C : okay
C  : Can I change the channel waitress?
Waitress : Yes offcourse, this is the remote fell free to change the channel (waitress leave)
C  : Thanks
B  : Change the channel to news
(watching news about Deputy Minister of Energy and Mineral Resources)
Reporter  A  : Deputy Minister of Energy and Mineral Resources, Widjajono Partowidagdo, died. Previously it was reported critical when climbing Mount Tambora, Sumbawa, West Nusa Tenggara, Saturday, April 21, 2012.
Reporter B    : "Recently we were able to this sad news. We are sorry for your loss deeply. Indonesia lost one of his best son," said the Head of Legal and Public Relations of the Ministry of Energy, Susyanto, when contacted here on Saturday.
Reporter A   : Widjajono climb the mountain with a team of Volcanology Ministry of Energy and Mineral Resources. Currently Widjajono was evacuated to post one. The plan is that academics will be brought to Sanglah Hospital, Bali.
Reporter B    : Widjajono is a professor in economics and management of oil and gas fields in the Faculty of Earth Sciences and Tekmira, ITB, since 2004. Widjajono known for adventurous hiking. When the lecture he likes mountain climbing. In fact, he participated in the organization of nature lovers in Bandung Institute of Technology.
Reporter A   : Head of Tambora Coffee Plantation, Mas Parno, said Widjajono Partowidagdo picked up four cars on Saturday afternoon, 21 April 2012. "They had gone into the slopes of Tambora to post two," said Parno to Tempo. Evacuation was assisted by about 20 residents Oi Bura.
Reporter B    : Police officers in the village of Bura Oi, Tambora District, Inspector Two Mettu, said Widjajono can not be evacuated. Widjajono still in the post 2 and post 3 Mount Tambora, Bima, West Nusa Tenggara.
Reporter A   : Widjajono reportedly suffered a heart attack while climbing Mount Tambora, West Nusa Tenggara, since Thursday, April 20, 2012. Wamen reported a critical condition Saturday morning.
Reporter B    : According to Pancasila village chief, Hasan, Deputy Minister had collapsed from a heart attack. "Not up to the top, Mr. Wamen already had a heart attack," he said when contacted by Tempo, Saturday, April 21, 2012.
(end of the news)
A  : It’s sad to think someone like Mr. Widjajono Partowidagdo had to died. Because he’s one of the good man in political
B  : Yeah that’s true, but no one can predict the future
C  : Let’s pray and hope he’ll rest in peace in after life
(A & B & C praying)

sumber :
http://www.tempo.co/read/fokus/2012/04/22/2358/Wakil-Menteri-Widjajono-Meninggal-di-Tambora